Apakabar Energi Fosil di tahun 2050 ? ( Part 1 of 2 )

advertise here
Sumber : @filipsinger

Menurut KBBI energi merupakan suatu kemampuan untuk melakukan kerja. Energi yang paling praktis dan dapat digunakan dengan mudah adalah energi listrik dimana energi listrik mudah dikonversikan ke energi lain dengan alat – alat elektronik. Seperti energi listrik menjadi mekanik pada mesin cuci atau menjadi termal pada coil di hairdryer.

Beberapa waktu yang lalu, film dokumenter yang berjudul Sexy Killers sangat booming di kanal YouTube dan beberapa aktivis kampus giat memutar film tersebut. Selain film tersebut aga sedikit berbau politik, tapi di sana ada banyak sekali informasi tentang PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap ) Batu Bara. Dan timbulah pro dan kontra tentang PLTU Batu Bara di Indonesia. Tapi kita tidak berbicara tentang hal itu sekarang. Mari kita lebih membahas tentang keberadaan energi fossil.

Tentunya kalian sudah tahu tentang energi fossil yang berasal dari hewan atau tanaman yang sudah terkubur berjutaan tahun yang lalu. Tapi apakah doi akan tetap ada?

Sumber  : IEM

Pada tahun 2013, penggunaan energi fossil di Indonesia mencapai lebih dari 50% yang artinya pada tahun tersebut kita masih tergantung pada energi fossil (mungkin sampai hari ini)

Lantas, apa kabar Indonesia di tahun 2050?

Menurut penelitian di Laboratory of Electric Machinery, Department of Electrical and Electronic Engineering, Kitami Institute of Technology, Hokkaido Jepang mengatakan energy fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam akan habis pada tahun 2050 mendatang.
Sumber : https://m.detik.com/news/adv-nhl-detikcom/d-3349429/krisis-energi-tantangan-besar-di-masa-depan

Bisa dibayangkan, sebelum tahun 2050 atau sekitar tahun 2040 akan terjadi krisis energi dimana adanya kelangkaan sumber energi fosil, harga BBM meningkat yang memberikan dominos effect terhadap sektor transportasi, harga sembako di pasaran naik karena ongkos distribusi meningkat, harga listrik per kilowatt meningkat karena pembangkit listrik tenaga fosil kesulitan, juga harga ongkos kirim kurir belanja online :(

Banyak orang yang menyuarakan “ hemat bahan bakar, gunakan transportasi umum ” adalah salah satu cara menghadapi hal tersebut. Tapi fakta di lapangan tidak seperti itu, menggunakan transportasi umum memang menghemat BBM secara tidak langsung, tapi faktor kenyamanan, waktu, ongkos yang mahal jika jarak jauh (dan tiap hari) adalah hal yang menjadi pertimbangan.

Lagipula, hemat bahan bakar jika dilakukan secara ideal pun oleh banyak orang sejatinya hanya mengurangi waktu krisis energi saja. Maksudnya, jika energi fosil habis di tahun 2050 maka dengan hemat bahan bakar mungkin energi fosil menjadi habis pada tahun 2055. Mungkin
Banyak orang juga yang mulai melirik transportasi berbasis elektrik. Hal tersebut adalah salah satu cara mengurangi energi fosil. Tapi, jika pembangkit listrik di Indonesia mayoritas masih menggunakan energi fosil ya sama saja.

Maka solusinya adalah mengganti energi fosil menjadi energi lain yang dapat tersedia berkelanjutan.

Part 2 : Renewable Energy paling praktis [ klik di sini ]

Click to comment