Apakah Penting Perpustakaan di Rumah?

advertise here


Bismillaah.
Hallo!
Sudah lama tak bersua, bung.
Dalam postingan kali ini saya ingin berbagi opini tentang literasi yang pasti bersinggungan dengan buku - buku!

Beberapa diantara kita tentunya sudah mengetahui fakta tentang literasi di Indonesia. Saya tidak ingin berbicara tentang angka - angka persentase minat baca Indonesia, hanya saja bisa kita rasakan bersama bagaimana mirisnya literasi di Indonesia.

Ingatkah kalian?
Beberapa tahun yang lalu, sekolah - sekolah dimulai dari SMP hingga SMA banyak sekali yang menyuarakan tentang literasi. Bentuk - bentuk aksi tentang literasi berupa dibentuknya komunitas literasi, gerakan membaca lima menit sebelum pelajaran dimulai, atau lainnya. Hal yang bagus bukan? Tentunya harapan dari adanya aksi ini yakni agar minat baca di Indonesia khususnya pelajar akan meningkat.

Pertanyaannya adalah.....
Apakah itu efektif, bung?
Jawabannya ada 2 : Ya dan Tidak

Ya. Jika kalian memang book addicted dan enjoy kalo baca buku hahaha
Dan tentu tidak atau mungkin belum. Jika kalian memang belum senang membaca hehehe

Jadi menurut saya, program tentang literasi seperti itu efektif namun bersyarat hehe.
Dan tiap orang punya favourite genre nya masing - masing tentang bacaan mereka. Ada yang memang penggemar bacaan horror, teen, non fiksi, atau lainnya. Lingkungan saat membaca pun hal penting untuk diperhatikan. Ada yang senang membaca di keramaian, di lingkungan tenang, atau di alam mungkin.

Jadi pendapat saya tentang cara meningkatkan literasi di Indonesia berdasarkan pengalaman pribadi adalah

1. Tentukan genre favorite kalian.
Ada banyak macam genre bacaan, saran saya coba minjem buku ke temen kalian yang menurut mereka bukunya asik. Menurut mereka asik belum tentu kamu ngerasa asik juga, kan? Jadi coba baca minimal setengah dari buku tersebut, kalau memang belum asik lebih dari setengah buku, saya rasa itu bukan genre favorite mu!
Temukan genre favorite kalian sampai kalian enjoy saat membaca

2. Tidak salah termakan iklan penulis atau ikut - ikutan trend.
Beberapa penulis sangat aktif memasarkan buku - bukunya untuk menarik pembaca dan kalian tidak salah membeli buku gara - gara iklan si penulis tadi
Atau
Kalian beli buku karena temen - temen kalian heboh nunggu sebuah buku publish atau pesen pre ordernya. Itu gak salah
Bisa jadi emang kalian seneng baca buku best seller atau lagi trending. Toh at least tujuannya tercapai juga kan? Baca buku.

3. Membuat target / kebiasaan membaca.
Beberapa informasi bilang, masyarakat Indonesia dalam setahun hanya membaca satu buku saja. Wew dikit banget ya. Tapi, correct me if I wrong hehe
Terlepas dari itu, intinya dalam setahun rata - rata masyarakat Indonesia minim literasi. Jadi, cara yang paling efektif menurut saya adalah tumbuhkan kebiasaan membaca.
Setelah kalian tau genre yang kalian sukai, maka coba dalam satu bulan minimal satu buku kalian baca. Yaaa sisihkan uang jajan bulananmu untuk membeli buku seharga Rp 50,000 s.d Rp 70,000 hehe. Cari diskon aja deh. Atau coba minjem ke perpustakaan.
Saran dari J S Khairen itu dalam satu bulan coba baca dua buku. Satu buku fiksi dan satu buku non fiksi.

4. Jangan berhenti karena cerita buku belum menarik.
Ini yang sering ditemukan, bung.
Beberapa novel memang ada yang halaman - halaman pertama sangaaaattt membosankan. Tapi percayalah, nikmati kebosanan itu karena di tengah cerita kalian akan menemukan rame nya cerita hehe.

5. Sayangi buku kalian.
Buku - buku yang kalian beli per bulan hasil nabung uang jajan adalah perjuangan hehe. Jadi saran saya kalau udah baca buku, simpen rapi di rak buku, susun sedemikian rupa.
Walaupun punya koleksi buku sedikit, tapi kalian bisa saling tuker kok dengan teman atau kalian bisa mendonasikannya ke lembaga / komunitas. Maka dari itu, jaga buku dengan baik ya!



Akhir kata.
Saya bukan book addicted yang gila banget sama buku, yang sehari bisa seharian sama buku. Engga.
Tapi melihat fakta literasi di Indonesia membuat saya terenyuh dan memang harus ada aksi.
Buah dari aksi itu, saya mulai menikmati tiap kalimat yang penulis sampaikan di buku - bukunya.

Sampai jumpa di postingan lain, bung.

Click to comment