Hari Hutan Se-Dunia 2019

advertise here
Sumber : Dokumentasi pribadi 

“ Sebuah kalimat SELAMAT tak cukup menggambarkan perayaan sebuah hari. Butuh sebuah aksi tanpa kata tapi. Untuk menyelamatkan masa depan mereka, anak - cucu bangsa ”

Apakabar, Hutan Indonesia?

Menikmati sejuknya angin menyelisik malu diantara jutaan pepohonan Hutan Indonesia, sebuah kenikmatan melepas kepenatan hiruk pikuk Kota.
Jalanan terjal, tanah licin menambah beban disepatu. Namun tetap kenikmatan hamparan gradasi hijau pepohonan juga biru langit menjadi pengobat perjalanan terjal.

Apakabar, Anak - Cucu Bangsa?

Sempatkah mereka menikmati malunya angin menyelisik di sela - sela telinga?
Sempatkah mereka enyah dari kehidupan kota sejenak?
Sempatkah mereka menikmati gradasi yang Tuhan ciptakan dengan kuasa-Nya?
Sempatkah?

Kau tahu?
Sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya.
Dari 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang.

Lantas, apakabar juga kehidupan fauna, nyanyian burung hutan, atau loncatan kera diantara pepohonan tinggi?

PBB telah berupaya mengurangi kerusakan hutan - hutan di seluruh Dunia di bawah program SDGs poin nomor 15

Sumber : globalgoal.org

"Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati"

Sejatinya banyak hal yang bisa dilakukan demi kelestarian hutan. Dari mulai hal kecil seperti menggunakan kertas dengan bijak hingga turut andil dalam kegiatan lingkungan. Karena hal kecil yang kalian lakukan, sejatinya merupakan hal besar bila dilakukan bersama.

Mari peduli terhadap lingkungan, beri kesempatan kepada anak - cucu bangsa merasakan nikmatnya keindahan hutan dengan nyanyian merdu burung hutan atau loncatan kera diantara pepohonan tinggi.

Jadikan momen Hari Hutan Se-Dunia ini bukan hanya momen perayaan memenuhi media sosial saja. Namun sebuah kesadaran akan pentingnya keberadaan hutan untuk kehidupan hari ini dan esok hari.


Click to comment