Kopi Sore - District DU

advertise here
sumber : majalah.ottencoffee.co.id

Kopi Sore

Kelabu langit sore, deru angin menyelisik telinga malu
Tepat naungan datang, kelabu masih tetap kelabu namun enggan menangis
Duduk tepat di bawah dinginnya ruangan, kalimat menunggu diutarakan
Lama menunggu, kopi hitam panas ku coba perlahan
Buku usang lembar demi lembar menguning, menarik
Melipat kaki, menikmati lembaran cerita hangat kopi hitam di bawah dinginnya ruangan.
Tak sempat ku selesaikan lembaran terakhir, kalimat sapa simpul senyum menyambut
Tiba juga waktunya.
Kalimat maaf alasan jahatnya jalanan sore hari, hiruk pikuk keramaian berlomba menyambut malam
Tak apa... kalimat maaf berbalik menderu jadi tawa canda menunggu malam
Namun, tidak begitu malam. Kalimat pamit menutup malam ini.
Kau tahu? Iced Caffee Latte dirasa lebih manis dibanding Long Black sore itu.

Click to comment