Kuliah pilih D3 apa S1 ya?

advertise here

Sumber : anak teknik
Bismillaah.
Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Welcome back!
Pernah gak sih kalian khususnya anak SMA/SMK bingung antara kuliah S1 atau D3/D4 ?
Ada beberapa adik kelas yang saya temui masih nanya ' kang apa sih bedanya? ' atau ' kang kalo D3 tuh gabisa ya lanjut ke S1? '

Nah di sini saya akan ngebahas hal itu. Sebenernya di SMA/SMK pun dari pihak sekolah (re : Bimbingan Konseling) pasti udah ngebahas secara teori ataupun pengalaman. Tapi gak ada salahnya sih ya, saya sebagai mahasiswa D3 ngebahas hal ini berdasarkan pengalaman ( bukan berdasarkan teori wkwk, tapi pengalaman guru yang paling baik :v )

Oke langsung aja.
Kuliah D3 di salah satu Politeknik yang ada di Bandung membuat saya 'cukup' memiliki pengalaman dalam hal menjawab pertanyaan kayak di atas, yaaa 'cukup' karena baru tingkat 1 di tahun 2018 ini hehe.
Sebelumnya, emang dari kelas 10 ingin masuk ke politeknik, jadi banyak nyari informasi tentang politeknik ini dari kelas 10 SMA, dan gak ikut SBMPTN.

Secara sederhana, bedanya politeknik sama non politeknik bisa dikatakan kayak bedanya SMA sama SMK (secara sederhana ya), dimana SMK yang tiap minggunya 'dibebani' dengan praktikum, project, kerja lapangan, bahkan tugas akhir. Memang, pada dasarnya anak SMK ini dituntut untuk setelah lulus memiliki keahlian dan bisa aja milih langsung kerja.
Berbeda dengan SMA, menurut saya, SMA lebih banyak diteori, dimulai dari fisika, kimia, biologi, matematika, ekonomi, geografi, dan lainnya. Anak SMA lebih kuat diteori dan memiliki kekurangan di bidang praktik.

Ohiya, pernah saat kuliah saya ditanya oleh temen yang alumni SMK, saat itu pelajaran fisika terapan teori. Dia bertanya ' Ngapain belajar teori ini sih? Kan gak akan dipraktikan ' dengan bahasa sunda. Dari sini sudah bisa kebayang sih, anak SMK belajar apa yang bakal mereka lakukan, mereka lebih fokus terhadap suatu bidang ilmu dibanding SMA.

Nah itu perbandingan sederhana.
Sekarang perbedaan D3 sama S1, kalo diliat dari perbandingan SMA/SMK sih aga mirip dikit, tapi ada bedanya juga.
Salahsatu contohnya, D3 dengan S1 sama sama bakal ada praktik kerja lapangan hehe

Terus, dimana bedanya?
Menurut teori sih kalo D3 tuh dibebani 40-70% praktik dan sisanya teori. Iya sih, kenyataannya kuliah D3 di politeknik dalam seminggu hampir setiap hari praktikum, dimulai dari praktikum elektronika, gambar teknik, kelistrikan, hingga kerja bengkel. Tapi dari praktikum ini tidak sedikit temen - temen saya yang langsung paham teori karena praktik. Mungkin learning by doing ya wkwk

Nah, kalo S1 gimana? Hmmm. Kurang tau haha karena emang ga kuliah S1 sih hehe
Tapi berdasarkan pengalaman temen - temen saya yang kuliah di jurusan teknik mereka cukup banyak juga kok praktikum nya, gatau sih kalo jurusan kayak ekonomi, bisnis, keuangan, hukum, dan lainnya.
Mungkin perbedaan diporsi nya aja, dimana mereka banyak teori dan sisanya praktikum.

Sebagai bukti, saya pernah ngobrol tentang kuliah sama temen - temen organisasi di ITB, mereka ada yang dari STEI, FTI, FTMD, dan FTTM. Singkat cerita mereka berbagi pengalaman seminggu yang telah mereka lewati di kuliah ngapain aja, mereka lebih banyak ngobrol tentang kuliah di kelas, dan giliran saya, saya bilang ' minggu ini beres praktikum bengkel, bikin benda kerja, bla bla bla ' dan respon mereka ' rame kayaknya udah sama mesin bubut, gimana sih pake nya? ' dan obrolan pun berlanjut.

Ya, tapi anak S1 jagooo bangeeettt teorinya, lomba-lomba inovasi teknologi banyak yang dimenangkan oleh team kampus non politeknik, ya karena memang mereka tau konsep dasarnya. Sedangkan politeknik, mereka belajar juga kok konsepnya, dan kalo diperlombaan banyak juga inovasi teknologi, tapi kalah banyak. Kita mungkin lebih ke kreatifitasnya, memodifikasi hal yang sudah ada. ( Ini pendapat saya aja sih )

Sumber : suryamalang.com

Sumber : ub.ac.id

Sumber : republika.co.id

Nah, kayaknya berita itu bisa jadi bukti tentang prestasi non politeknik dan politeknik.

Sekarang bicara tentang jenjang pendidikan, apa D3 gak bisa lanjut ke S1?
Jawabannya, bisa. Buktinya beberapa dosen yang mengajar di kelas adalah lulusan politeknik yang melanjutkan pendidikannya ke S1 di ITB juga S2 di ITB dan ada kampus - kampus lainnya.
Lulusan D3 lanjut ke S1 namanya ekstensi, bisa dicari aja di internet beberapa kampus negeri ataupun swasta yang menerima ekstensi D3 ke S1
Lulusan D3 juga bisa lanjut ke D4 mengambil sarjana terapan, yang saya tau politeknik yang menerima D3 ke D4 adalah POLMAN, namun untuk syarat dan ketentuannya saya belum tau pasti, tahun 2017 masih nerima dari politeknik luar POLMAN, tapi gak tau kalo sekarang.

Terakhir nih....
Kadang politeknik gak banyak orang yang minat, kadang siswa SMA/SMK milih cari sarjana, kalo ketolak baru milih politeknik atau ga swasta. Come on dude jangan gitu wkwkwk ( tapi pilihan kalian aja sih ), menurut saya jangan simpen politeknik sebagai buangan ( ya karena saya milih politeknik sebagai target pertama ) wkwk, serius. Intinya dimana pun kalian kuliah, itu rezeki kalian, hanya beda di sistem pendidikannya, anak S1 elektronik sama D3 elektronik kalo ngobrol pasti nyambung kok. Dan jangan meremehkan kampus kalian yaaa, karena negara pun ikut andil dalam pembiayaan kampus kalian, ada uang negara yang kita pake cuy. Hehe

See yaa~

*nb : foto pertamina buat eye cathing hehehehe












Click to comment