Sepenggal Cerita

advertise here

Sepenggal Cerita

Tak patut dikatakan, namun ada perseteruan di dalamnya. Terdengar banyaknya hujan berjatuhan diikuti teriakan petir di ruangan tak besar namun dirindukan adanya, warna tengah lampu lalu lintas di sekitarnya yang tampak dalam ruangan ini. Sudah cukup maju daripada waktu - waktu terdahulu. Tempat berpikir, mengadu, bakhan sisa - sisa perjuangan masih terlihat. Banyak bangkai berserakan namun berharga di luar sana. Ya, di sinilah tempat yang dirindukan. Hah, baru dirindukan sebenarnya, tak sadar bahwa ini memang nyaman.

Sekitar empat hari lamanya ku tinggalkan, entah mengapa padahal hanya empat hari tapi ini begitu rumit. Orang di luar sana hiperbola. Biarkan! Mereka tidak tahu tentang apa yang ada di dalam sini. Tentang apa yang dirindukan, tentang apa yang ingin diperjuangkan, tentang apa yang ingin sebenarnya diSELAMATKAN!

Teriakan petir semakin menjadi, sedikit rasa cemas karena perangkat tersambung dengan kekhawatiran. Hm
Sudahlah.. Tak setiap hari bermanja dengan perangkat ini, ya karena niat tak ingin menjadikannya perhatian lebih.

Kau tahu? Awalnya terasa indah, namun sekarang tentunya masih sama indahnya. Namun ada rasa lain yang menutup keindahan tersebut. Kalimat tanya hanya ditujukan untuk orang yang berada di depan cermin, ' Apa yang sebenarnya menutupi keindahan? '
Berusaha mengingat kapan terakhir, namun tak penting. Sebuah rasa tanya terjawab sudah dengan peristiwa sama setiap minggunya.
__________________
Ditulis sudah lama, tersimpan dalam draft hehe

1 comments:

avatar

Widihh coba cerita full nyaa

Click to comment