Sebuah Warna

advertise here

Sebuah Warna

Dulu ku tengok kiri
Dimana jalan sedikit menurun
Yaa, di sana Surya datang
Sekarang tak ku tengok
Entah mengapa, rasanya hilang saja
Ah.... Sudahlah

Lalu ku berharap sebuah Suci
Bukan Suci biasanya
Ini sebuah tempat seseorang berpikir
Sebenarnya.... Sekitar lima menit pun sampai
Namun, dirinya memilih jauh untuk berpikir
Tak apa.... Itu hanya rasa yang habis dimakan waktu
Sekarang datang, lalu pergi....

Tepat hari kemarin, gula jawa terasa menarik
Memang manis, tetap manis
Ah... Aku sudah tau rasanya
Namun penasaran ku memuncak
Ku lihat, dan memang itu rasanya
Tapi tidak ku teruskan.... Ini bukan waktu ku

Entah hal apa akan didapat....
Berusaha tak peduli, akhirnya hanya pura-pura tak peduli
Tapi jalan memaksa, memang seharusnya tak peduli
Ini pemaksaan benar
Dibalik tak pedulinya itu..
Akan datang hari nya, tak usah ditunggu sebaiknya
Tapi tetap ingin menunggu

Intinya, periapkan saja .... Ku yakin, kau tak ingin hidup mewah di dalam keserderhanaan bukan?

Permata pun tetap indah meski dibalut kain hitam.

( Ditulis tanggal 23 - 24 Mei 2017 )

2 comments

avatar

Kalau saya gak suka dengan puisi yang maknanya tersurat. Entah kenapa.. hehe

avatar

Beda-beda gaya yaa~ haha

Terimakasih sudah berkunjung 😊

Click to comment