Bakti Sang Pelita

advertise here

Bakti Sang Pelita
( Munif Septia P )

Saat menatap masa lalu
Air mata mengalir dan tersedu
Mengingat awal pertemuanku denganmu
Yang terangkai dan menuju sebuah rindu

Jutaan mata pandangi kejayaan
Aliran deras sebuah pengorbanan
Takkan terhapus dalam ingatan
Semua tersimpan pada sebuah angan
Yang kudekap hangat dalam dalam

Tangisan ini mulai berderai
Bukan karna kau menyakiti kami
Bukan karna kau acuhkan kami
Bukan pula karna kau tak peduli kami
Tapi karna waktu yang menjadi penghalang
Sebuah bakti dan pengorbananmu kepada kami

Teringat pada waktu itu
Kami acuhkanmu
Tak peduli ucapanmu
Hanya memelas dan ingin dibalas
Tanpa kami pikir jerih payahmu yang keras

Di waktu itu tak ada keluhan kau ucapkan
Ketika sepasang bola mata mendelik ke arahmu
Tak ada cacian kau ungkapkan
Ketika suara ini tersentak kepadamu
Hanya ada senyum dan doa yang kau selipkan

Bunda..
Apabila takdir membawa kami pergi
Berikan hatimu pada kami
Berikan doamu pada kami
Biarkan kami membawanya pergi
Agar kami jadikan bekal yang abadi

Bunda maafkan mulut dan tangan yang durhaka ini
Karena terlalu jauh
Untuk sekedar memeluk dan mencium tanganmu
Maafkan kesombongan hati ini
Yang sempat meremehkanmu
Dari dasar hati kumohon restumu
Kumohon ampunanmu
Agar tak ada lagi rasa sakit hati.

Hayalku menjelma bagai kabut asap semalam
Mencari jati diri ketika kau tiada lagi
Isak tangis menderai sendu
Betikan tanda bahwa ku selalu merindu
Wahai guruku..


( Puisi ini Saya dapatkan tanggal 2 April dari Munif )
Btw, sejauh ini puisinya masih didominasi oleh puisi bertemakan guru yaa wkk

Puisi ini dibaca saat upacara terakhir kelas 12...

Lah? Kenapa tiba tiba posting puisi ini?

Karena...... Biarkan gambar menjawabnya wkk
Puisinya penting, gambarnya juga bermakna wkk

1 comments:

Click to comment