Sang Pelita Hidup

advertise here

Sang Pelita Hidup
Karya : Andyka dan Munif

Suasana pagi menyapa hari
Berbalut menyelimuti keikhlasan
Surya pun awali dengan cahaya
Dalam bakti suci yang kuat

Jutaan mata pandangi kejayaan
Aliran deras sebuah pengorbanan
Takkan terhapus dalam ingatan
Semua terekam disebuah mesin yang berjalan

Seperti menunggu hujan bulan Juni
Menunggu tak ada awan menari
Namun kau tetap sabar menanti
Layaknya mengukir ilmu pada kami

Ilmu yang kau curah takkan tersendat
Justru berbalik semakin mendekat
Walau letih tampak pekat
Dalam benak yang kau tutup rapat

Bola matamu
Laksana sinar cahaya kalbu
Suara lembut hatimu laksana angin yang berbisik tanpa ragu
Berderet senyuman manis tanpa palsu
Yang kami simpan dengan rindu

Guru
Dunia kami dulu hampa
Tak tahu siapa, tak tahu apa
Berpenghuni warna hitam pekat
Tanpa ilmu yang melekat

Guru
Padamu harap aku sandarkan
Citaku kupertaruhkan
Dengan keyakinan
Dengan kepercayaan
Dalam jalan yang kau siapkan

Kau panutanku
Tak ada hari tanpa lafadz indah perkataanmu
Tak ada hari tanpa obat senyum mu
Tak ada hari tanpa sebuah bakti
Yang kau tabur dengan kasih dan sayang

Kau panutanku
Sepintas wajahmu tampak letih
Dengan titik peluh di kening
Dengan kegelisahan di wajah
Dan tatapan kosong di mata
Kau tampak letih dengan umur tua mu
Kau tampak letih dengan badan yang kian menyusut
Walau kau tetap kuat dalam bakti mu yang mulia

Terima kasih guru
Sang lilin yang tetap menyala kala cahaya redup
Butiran embun yang menetes di padang gersang
Yang berjasa dalam hidup kami

Guru
Doa kami mengalir dalam derasnya sungai dalam terangnya bintang
Dalam naungan tangan yang mengadah kepada Nya
Dan dalam sujud yang kami tabung tiap malam

Terima kasih tak terkira Bapak
Terima kasih tak tersyukur Ibu
Terima kasih wahai guru kami

Tetaplah menjadi pelita bagi hidup kami



( Ditulis dan diselesaikan tanggal 26 November 2016 )

Puisi ini dibaca saat acara peringatan Hari Guru Nasional di SMA N 1 Margahayu.

Fyi..... Munif Septia Putri adalah salah seorang siswi SMA N 1 Margahayu angkatan 2017 kelas bahasa yang sudah tidak diragukan lagi bakat menulisnya. Sudah sering bahkan bosan saat selepas upacara mendengar namanya dipanggil menjadi juara lomba puisi yang Ia ikuti HAHAHA
Oiya, dia juga suka ngajarin bikin puisi, cara menyampaikannya, dan lain²
Gaya dan pilihan kata yang dia gunakan juga menginspirasi lah :v

Selain jago bikin puisi, dia anggota dari PASSUSBRA SMA N 1 Margahayu juga, gatau jabatannya apa .-.

Sekarang kuliahnya di STBA ambil bahasa Jepang, katanya mau bikin puisi pake bahasa Jepang HAHAHA, ga deng canda....

Ya mungkin nanti Saya bakal posting juga puisi - puisi yang dia buat, sudah izin kok wkwk

*Btw, ini bahasanya nyampur antara baku dan non baku, ya tak apalah ya.... Hehe

Click to comment